Dia adalah Fatir, senior yang kutaksir sejak memasuki bangku perkuliahan. Aku sendiri bahkan tidak mengerti kenapa sampai aku suka dengannya. Mungkin karena tampangnya yang manis menurutku. hehe..
Terlebih suaranya yang merdu membuatku semakin jatuh hati. Aku bahkan masih mengingat kapan pertama kali aku mendengar suaranya, waktu itu dia menyanyikan lagu 'The Script - The Man Who Can't be Move' diacara bazar salah satu organisasi yang ada dikampusku.
Aku begitu terhanyut mendengarkannya, bahkan saat itu aku berstatus sebagai pacar orang lain, sungguh mata keranjang aku ini hoho..
Tapi satu hal yang membuatku tak suka dengan sifatnya yaitu dia sok cool dan cuek (menurutku). Mungkin memang sifatnya seperti itu, Tapi itu sangat membuatku tak nyaman. Namun rasa tak nyaman itu mampu tertutupi dengan rasa suka ku yang amat dalam. Oh iya, aku bertemu dengan Fatir di suatu Organisasi kampusku. Dia memiliki peranan penting dalam organisasi itu, yakni sebagai wakil ketua. Mungkin ini konyol, tapi inilah yang dinamakan cinta. Kita tak akan pernah tau kapan dan dimana kita akan dipertemukan.
Berbeda dengan Fatir, Ryan selalu memperhatikanku setiap saat, mengirimkanku pesan singkat bahkan menelponku setiap waktu. Oh iya, Ryan adalah senior ku juga. Bahkan dia seorganisasi dengan Fatir. Dia adalah ketua organisasi tersebut haha..
yang membuatku salut dengan Ryan adalah karismanya, dia bahkan begitu bersinar dimataku dibandingkan Fatir. Bukan karena wajahnya tapi semua tentang dirinya. Meskipun dia tak seganteng Fatir, tapi ada sesuatu yang membuatku suka dengan dirinya. Pengetahuannya sangatlah luas, dia selalu mau berbagi cerita denganku. Berbeda dengan Fatir yang sedikit tertutup, yang asik dengan dunianya sendiri.
Ryan bahkan banyak memiliki kesamaan denganku yang suka membaca novel. Aneh sih kalau cowo suka baca novel., tapi itu menurutku sangat menarik. Dia fasih berbahasa inggris sama dengan Fatir. Dia humoris, sehingga setiap kita chat-an di Facebook ataupun sms-an kita tidak pernah kehabisan bahan untuk bercerita lebih lama lagi.
Dance, ya Ryan suka dance. Itulah yang membuat aku lebih suka lagi (dari tadi suka terus hehe), dia selalu memintaku untuk menyaksikannya latihan. Aku selalu mengiyakan, karena akupun demikian menyukai tentang dance, tapi untuk mempraktekkannya aku rasa tidak. Karena aku tak punya bakat dibidang itu. hehe..
"Pernah tidak kamu membayangkan hidup tanpa musik ? kalimat yang masih melekat dipikiranku.
Ryan juga suka anime, ya bertolak belakang dengan saya. Aku kurang tahu soal anime. Tapi demi Ryan aku bahkan rela menjadi orang lain. Mancari apa yang dia suka dan ikut menyukainya juga. Agak sedikit menyiksa memang, tapi aku sangat ikhlas menjalaninya, demi mendapatkan perhatian Ryan.
Itulah Ryan dan Fatir, dua orang yang berarti buat aku saat ini. Dua orang cowo yang membuatku bingung. Berharap mereka menjadi milikku tapi aku tak boleh egois.Mungkin saatnya aku harus memilih yang real mencintaiku daripada harus menunggu Fatir yang tak ingin mengungkapkan perasaannya kepadaku. Aku tahu Fatir juga menyukaiku, dan aku tahu rasa gengsinya lebih tinngi untuk tidak mengungkapkannya langsung kepadaku.
Waktu yang akan menjawab semuanya, apakah aku akan berada disisi Ryan yang sekarang menunggu jawabanku untuk menjadi pacarnya, atau mungkin nanti aku akan berada disisi Fatir, seorang yang sangat kutunggu untuk mendatangiku dan menyatakan perasaannya yang sebenarnya.


0 komentar:
Posting Komentar