"Oh Tuhan, apa
yang sedang terjadi denganku? Dengan hidupku? Se-complicated beginikah
hidupku?". Pertanyaan itu terus meraung-raung dikepalaku. Hampir setiap
malam, saat aku menikmati kesendirianku dikamar tidurku.
Kali ini
keluar dari cerita Fatir dan Ryan. Aku akan menceritakan Dia yang lain.
Seperti yang tadi kubilang 'complicated', yah hidupku begitu rumit.
Bahkan aku belum menyelesaikan masalah perasaanku dengan dua orang itu,
tiba-tiba saja muncul sosok Andi. Siapa dia? Kalian pasti sudah bisa
menebak.
Yah, tepat 3 bulan setelah tak pernah lagi ada kabar dari Fatir ataupun Ryan, Andi muncul. Dia teman sekampusku seangkatan denganku. Ini konyol, lagi-lagi aku suka dengan orang sekampus denganku. Huh. Dia mencoba membuatku larut akan pesonanya, akh segampang itukah aku cepat berpindah? Jangan tanya, aku saja tak tahu jawabannya.
Yah, tepat 3 bulan setelah tak pernah lagi ada kabar dari Fatir ataupun Ryan, Andi muncul. Dia teman sekampusku seangkatan denganku. Ini konyol, lagi-lagi aku suka dengan orang sekampus denganku. Huh. Dia mencoba membuatku larut akan pesonanya, akh segampang itukah aku cepat berpindah? Jangan tanya, aku saja tak tahu jawabannya.
Waktu itu aku
sholat di mushallah kampusku. Aku melihat dia berlalu dihadapanku.
Sebelumnya aku belum pernah melihatnya ya mungkin dia tidak tenar.
Wajahnya bersinar dan cerah (ternyata ada yg senterin dari atas)
*clingcling..
Yah, sesaat aku
langsung terpesona dan mencari tahu tentang dirinya. Daaaan dibekali
dengan temanku yang super rese' bernama Nara, jadilah Andi tahu kalau
aku suka dengannya. Nara yang ember saat itu berlari ke arah Andi dan
berkata "Teman aku suka sama kamu, namanya Mimi", sambil menunjuk ke
arahku. Dan dunia tiba-tiba runtuh, tapi runtuhannya cuma kena ke Nara
hahaha..
semenjak saat
itu, berkat keemberan Nara yang menurut aku ada untungnya juga akhirnya
aku bisa dekat dengan Andi. oh iya, Andi itu taat agama, bahkan ia belum
pernah pacaran sebelumnya. Aku orang yang pertama dekat dengannya,
sedekat ini.
Selama dekat
dengan Andi, dia selalu memberiku nasihat dan menurutku sedikit agak
mengatur. Contohnya seperti, "sebaiknya, supaya enak dilihatnya. Kan
kamu pakai hijab bagusnya memakai rok panjang, jangan jeans itukan ketat
dan bla bla bla.." Emang mengatur dan setidaknya aku merasa lebih baik
serta sedikit risih juga sih. Huft..
Satu lagi..
Sumpah, Andi itu
orangnya ga asik banget. Aku kalau mau nge-joke pasti mikir-mikir dulu
takut nanti jatuhnya garing. Dia juga flat banget, pokerface gitu.
Ekspresinya sama aja, ga tau mana marah, sedih, atau lagi senang (kok
jadi cerita yg jelek2 sih)
Well, sampai pada cerita yg sangat menyedihkan. Jreng. Jreng *zoom in* *zoom out*
Sekitar sebulan
yang lalu tiba-tiba kami lost contact, dia sudah ga pernah nelpon lagi,
jarang mengirimkanku pesan singkat bahkan tidak pernah sama sekali.
Menyedihkan emang tapi aku selalu berfikir positif, mungkin dia sibuk
atau apalah.
Dan.. Pada suatu
pagi, aku masih ingat jelas sekitar pukul 6.15 handphone ku berdering
mengeluarkan bunyi khusus pesan singkat dari Andi yang kubuat dengan
kreatifitasku sendiri hihi.. Sontak aku langsung bangun tergesa-gesa
meraih handphone ku. Miris. Pesan singkat yang kuterima tidak sesuai
dengan yang diharapkan. -"maaf yh sblumnya, sbenarnya sy tak punya rasa
apapun sama kmu. Slama ini sy hnya mncoba u/ menjaga hti seorg cwek dn
brusaha u/ suka. Tpi trnyata hati ini brkata lain. Sbnarnya sy ingin
mngatakn ini sejak dlu tp sy takut mlukaimu, sy pun tak nyaman dgn
keadaan ini jd sy membranikan diri. Maaf yah!".-
Pagi itu merupakan pagi yang paling JLEB sedunia. Aku nangis sejadi-jadinya dan tidak habis fikir ini terjadi pada saya. Mengutuk diri sendiri untuk terlalu bodoh menanti seseorang yang tidak mengharapkanmu sama sekali.
Akupun langsung
membalas sesuai dengan apa yang kurasakan saat itu, dan mencoba jujur
"Kalau emang takut melukai kenapa ga dari dulu saja bilangnya. Ini lebih
terluka. Tapi ga papa, mencoba berbesar hati. Toh kalau perasaan mau
dipaksakan juga ga baik jadinya. Saran aja, kalau nanti ada cwe yg sama
seperti saya, yg suka sama kamu dan kamu tidak punya rasa apapun plis
bilang aja langsung, soalnya ini bisa buat orang terlalu berharap lebih.
Saya kasian aja kalau ada Mimi kedua yg ngalamin ini". :''''
(#np Tangga - Cinta tak mungkin berhenti)
Itu menjadi pesan
singkat terakhirku ke Andi, setelah itu kami sama sekali tidak pernah
saling menghubungi walaupun hanya untuk menanyakan kabar.


0 komentar:
Posting Komentar