Minggu, 23 Juni 2013

Dia yang Lain

"Oh Tuhan, apa yang sedang terjadi denganku? Dengan hidupku? Se-complicated beginikah hidupku?". Pertanyaan itu terus meraung-raung dikepalaku. Hampir setiap malam, saat aku menikmati kesendirianku dikamar tidurku.
     Kali ini keluar dari cerita Fatir dan Ryan. Aku akan menceritakan Dia yang lain. Seperti yang tadi kubilang 'complicated', yah hidupku begitu rumit. Bahkan aku belum menyelesaikan masalah perasaanku dengan dua orang itu, tiba-tiba saja muncul sosok Andi. Siapa dia? Kalian pasti sudah bisa menebak.
Yah, tepat 3 bulan setelah tak pernah lagi ada kabar dari Fatir ataupun Ryan, Andi muncul. Dia teman sekampusku seangkatan denganku. Ini konyol, lagi-lagi aku suka dengan orang sekampus denganku. Huh. Dia mencoba membuatku larut akan pesonanya, akh segampang itukah aku cepat berpindah? Jangan tanya, aku saja tak tahu jawabannya.

Waktu itu aku sholat di mushallah kampusku. Aku melihat dia berlalu dihadapanku. Sebelumnya aku belum pernah melihatnya ya mungkin dia tidak tenar. Wajahnya bersinar dan cerah (ternyata ada yg senterin dari atas) *clingcling..  
Yah, sesaat aku langsung terpesona dan mencari tahu tentang dirinya. Daaaan dibekali dengan temanku yang super rese' bernama Nara, jadilah Andi tahu kalau aku suka dengannya. Nara yang ember saat itu berlari ke arah Andi dan berkata "Teman aku suka sama kamu, namanya Mimi", sambil menunjuk ke arahku. Dan dunia tiba-tiba runtuh, tapi runtuhannya cuma kena ke Nara hahaha..

semenjak saat itu, berkat keemberan Nara yang menurut aku ada untungnya juga akhirnya aku bisa dekat dengan Andi. oh iya, Andi itu taat agama, bahkan ia belum pernah pacaran sebelumnya. Aku orang yang pertama dekat dengannya, sedekat ini.

Selama dekat dengan Andi, dia selalu memberiku nasihat dan menurutku sedikit agak mengatur. Contohnya seperti, "sebaiknya, supaya enak dilihatnya. Kan kamu pakai hijab bagusnya memakai rok panjang, jangan jeans itukan ketat dan bla bla bla.." Emang mengatur dan setidaknya aku merasa lebih baik serta sedikit risih juga sih. Huft..
Satu lagi..
Sumpah, Andi itu orangnya ga asik banget. Aku kalau mau nge-joke pasti mikir-mikir dulu takut nanti jatuhnya garing. Dia juga flat banget, pokerface gitu. Ekspresinya sama aja, ga tau mana marah, sedih, atau lagi senang (kok jadi cerita yg jelek2 sih)

Well, sampai pada cerita yg sangat menyedihkan. Jreng. Jreng *zoom in* *zoom out*
Sekitar sebulan yang lalu tiba-tiba kami lost contact, dia sudah ga pernah nelpon lagi, jarang mengirimkanku pesan singkat bahkan tidak pernah sama sekali. Menyedihkan emang tapi aku selalu berfikir positif, mungkin dia sibuk atau apalah. 
Dan.. Pada suatu pagi, aku masih ingat jelas sekitar pukul 6.15 handphone ku berdering mengeluarkan bunyi khusus pesan singkat dari Andi yang kubuat dengan kreatifitasku sendiri hihi.. Sontak aku langsung bangun tergesa-gesa meraih handphone ku. Miris. Pesan singkat yang kuterima tidak sesuai dengan yang diharapkan. -"maaf yh sblumnya, sbenarnya sy tak punya rasa apapun sama kmu. Slama ini sy hnya mncoba u/ menjaga hti seorg cwek dn brusaha u/ suka. Tpi trnyata hati ini brkata lain. Sbnarnya sy ingin mngatakn ini sejak dlu tp sy takut mlukaimu, sy pun tak nyaman dgn keadaan ini jd sy membranikan diri. Maaf yah!".- 

Pagi itu merupakan pagi yang paling JLEB sedunia. Aku nangis sejadi-jadinya dan tidak habis fikir ini terjadi pada saya. Mengutuk diri sendiri untuk terlalu bodoh menanti seseorang yang tidak mengharapkanmu sama sekali.
Akupun langsung membalas sesuai dengan apa yang kurasakan saat itu, dan mencoba jujur "Kalau emang takut melukai kenapa ga dari dulu saja bilangnya. Ini lebih terluka. Tapi ga papa, mencoba berbesar hati. Toh kalau perasaan mau dipaksakan juga ga baik jadinya. Saran aja, kalau nanti ada cwe yg sama seperti saya, yg suka sama kamu dan kamu tidak punya rasa apapun plis bilang aja langsung, soalnya ini bisa buat orang terlalu berharap lebih. Saya kasian aja kalau ada Mimi kedua yg ngalamin ini". :''''
(#np Tangga - Cinta tak mungkin berhenti)

Itu menjadi pesan singkat terakhirku ke Andi, setelah itu kami sama sekali tidak pernah saling menghubungi walaupun hanya untuk menanyakan kabar.

0 komentar:

Posting Komentar